Latest Article Get our latest posts by subscribing this site

445 Atlet Beladiri Judoka Kungfu Indonesia ikuti Long March Siantar - Parapat

Kamis, 20 Juni 2013


Tagor Sitohang, SH : Mental  Atlet Dibina Menyatu Dengan Alam 
Atlet JKI saat di gembleng di Pantai Danau Toba Ajibata oleh
Pelatih JKI Tagor Leo Sitohang, SH


LINTAS PUBLIK - SIANTAR ,  445 atlet  seni beladiri Judoka Kungfu Indonesia (JKI)  dari sasana Se-Sumatera Utara ikuti Long March (jalan panjang) atau biasa disebut lintas Alam dari Pematangsiantar menuju Parapat dan Finish di Pantai Pasir putih Ajibata kabupaten Tobasa.
Long March yang dimulai dari Padepokan Dewan Guru JKI di jalan Gunung Pusuk Buhit no. 45 Pematangsiantar  menaklukan lintas alam sepanjang 60 Km.
Tagor  Leo Sitohang,SH   Sekretaris  Jenderal Dewan guru mengatakan  Latihan Long March ini adalah agenda rutin perguruan, dimana atlet pada saat Long Marc akan di bina fisik dan mentalnya, kita ketahui pada saat Long March atlet seluruhnya berjalan pada malam hari dan sampai tujuan pagi hari.
“ Atlet kita bina mentalnya di alam, sepanjang jalan atlet belajar membina mental dan fisiknya, bagaimana menahan lapar, haus, sakit dan bahkan kesabaran, karena berjalan dikegelapan malam dan tanpa ada penerangan,”kata Tagor Sitohang kepada Media JKI  Minggu ( 16/6/13) seusai memberikan penghargaan kepada peserta Long March.
Sintauli Damanik, SPd Ketua Dewan Pembina Nasional JKI menambahkan, bahwa kegiatan ini adalah ciri khas perguruan JKI, dan setiap tahunnya menjadi agenda kegiatan JKI, atlet JKI bukan hanya dibina dalam beladiri, tapi yang terpenting adalah membina fisik ,mental dan disiplinnya, kalau saja fisik dan mental sudah terbina, kita yakin atlet yang berlatih beladiri di JKI ini akan lebih baik dan terhindar dari kenakalan remaja dan terhindar dari Narkoba.
“Kami yakin atlet yang di bina di JKI mentalnya memang benar-benar sudah baik, ini dapat kita lihat atlet yg dibina semuanya lulus dari ujian mental dan fisik dalam perjalanan Long March,” kata Sintauli yang juga istri almarhum Guru Besar JKI Master Teladan Tarigan, SmHK yang juga pendiri JKI.
Ketua Pantia Yeyen Sitohang, SH didampingi Sarmanto manihuruk, Sh mengatakan, Atlet yang mengikuti Long March menempuh jarak 60 Km dari Pematangsiantar menuju Parapat dan Finish di Ajibata pulau samosir di ikuti atlet dari seluruh Sumatera Utara. Sasana yang mengikuti yaitu Padepokan Dewan Guru Kelurahan Karo, Medan (Afron Sirait), Simalungun ( jontara Siahaan, SH), Siantar ( Reinhard Sianipar), Tobasa ( Frikson Manurung), SMA Negeri 1 Pematangsiantar ( Dorin Silalahi ), Simarimbun ( Norton Silitongah), Tiga Dolok ( Lamsindak Manurung ), Tozai ( Dian Mamora ), Aek Nauli dan SMA HKBP ( Simsim Sitohang, S.Kom, Tonduhan ( Sinaga ), Perdaganagan ( Dubilon ), Asahan, Kelurahan Siopat Suhu Sarmanto manihuruk )..
Dalam perjalanan long March semua atlet dalam keadaan sehat, dan untuk latihan JKI memakai sistim terbuka, baik latihan di alam maupun latihan di Pantai Danau Toba. “Atlet yang mengikuti sebanyak 445 atlet, mulai dari sabuk puti samapai Hitam, ada yang masih pelajar SD yang paling muda 10 tahun,”kata Yeyen Sitohang atlet Nasional  yang telah banyak mengharumkan dari kota Pematangsiantar dalam event kejuaraan Nasional. LP 02 / LP 08

LOGO JKI DARI WAKTU KE WAKTU

Minggu, 10 Februari 2013

LOGO JKI TAHUN 2003
LOGO JKI TAHUN 1980






Menpora Terima Atlet SOIna

Jakarta: Para atlet Special Olyimpic Indonesia (SOIna) hari Jumat (8/2) sore diterima Menpora Roy Suryo, di ruang kerjanya. Kehadiran mereka yang dipimpin Ketua Umum SOIna Pudji Hastuti ingin melaporkan beberapa kegiatan atau agenda perlombaan yang akan diikuti oleh atlet-atlet SOIna di tahun 2013. Salah satu agenda yang menjadi fokus SOIna salah satunya adalah mengikuti Olympic Regional Games di Australia bulan November-Desember mendatang.
Menurut Pudji Hastuti,   para atlet-atlet SOIna ini sudah memberikan yang terbaik untuk merah putih dalam berbagai even Internasional sperti Special Olympic World Summer Games XIII di Athena  Yunani serta beberap pertandingan yang lain. "Oleh karena itu saya senang selama ini SOIna sudah didukung terus oleh Kemenpora, dan saya berharap tahun ini kami terus mendapatkan dukungan terus dari pemerintah," tambahnya.
Menpora Roy Suryo didampingi Deputi Bidang Pembudayaan Olahraga Runas Dwidharto, Asisten Deputi Olahraga Layanan Khusus, Fatimah,  menyatakan bangga pada prestasi yang diukir para atlet-atlet SOIna di pentas internasional. Pemerintah akan terus mendukung kegiatan atau pertandingan-pertandingan yang diikuti SOIna. "Saya bangga dengan prestasi kalian semua, teruskan prestasi tersebut meski ada keterbatasan. Intinya pemerintah akan berusaha terus secara maksimal mendukung kalian semua," kata Menpora.MENPO

Deklarasi Pemuda Anti Narkoba di Kemenpora

Jakarta: Deklarasi Pemuda Anti Narkoba hari Sabtu (9/2) pagi digelar di halaman kantor Kemenpora. Hadir dalam acara ini antara lain Menpora Roy Suryo dan istrinya Ismarindayani Priyanti,  Kepala BNN Anang Iskandar,  Sekjen Komite Olahraga Militer Indonesia Brigjen TNI Ndang Sodiq, Seskemenpora Yuli Mumpuni Widarso, para pejabat eselon I, II, III dan IV, serta para karyawan Kemenpora, komunitas olahraga dan organisasi kepemudaan. Nampak juga artis senior Maya Rumantir, Pong Harjatmo, Krisna Mukti dan Donny Kusuma.
Menurut Menpora Roy Suryo, kegiatan ini sebagai bentuk kepedulian negara terhadap situasi bangsa. "Negara peduli, negara tidak mau kalah dalam pemberantasan narkoba," kata Menpora. "Deklarasi Pemuda Anti Narkoba yang digelar hari ini bertujuan untuk menjaga masa depan bangsa. Karena pemuda adalah pemilik masa mendatang.  Kitalah pemilik masa depan bangsa ini. Jadi  jangan mau kita dikotori dan kena jerat bahaya narkoba," ujarnya.

Sebelumnya, koordinator kegiatan Deputi I Bidang Pemberdayaan Pemuda  Alfitra Salamm mengatakan, bagi para pejabat Kemenpora, test urine ini wajib diikuti, untuk menunjukkan kepada masyarakat bahwa pemerintah khsususnya Kemenpora mempunyai komitmen yang kuat memerangi narkoba, sekaligus menjaga komitmen birokrat bersih narkotika. "Tes urine ini adalah yang pertama dilakukan. Ingin menunjukkan bahwa kami, pegawai Kemenpora ini bebas narkoba," kata Alfitra.
Sementara Kepala BNN Anang Iskandar menyatakan, aksi hari ini menunjukkan sinergitas lembaga pemerintah, kementerian dan masyarakat  menyadari bahaya narkoba.
Deklarasi Pemuda Anti Narkoba ini juga didukung pemuda. Ketua Umum DPP KNPI  Taufan Rotorasiko, akan melakukan upaya pemberantasan narkoba di organisasi pemuda. "Kami akan melakukan revitalisasi pengurus di mana salah satunya pengurus harus bebas narkoba," kata Taufan.
Deklarasi diisi juga dengan Pengukuhan Satgas Anti Narkoba yang terdiri dari OKP, Pramuka dan Paskibraka dan pemuda. Acara dilanjutkan  peluncuran spanduk raksasa bertuliskan Perangi Narkoba Raih Prestasi, dilakukan oleh  Menpora Roy Suryo didampingi tim Kopassus TNI AD dan Wanadri, yang turun  dari balkon lantai 11 Gedung Grha Kemenpora. Acara terakhir adalah  penandatanganan MoU Anti Narkotika antara Kemenpora dan BNN. MENPO

Menarik, Pertandingan AC Milan Glories vs Indonesia All Star

Jakarta: Menpora Roy Suryo bersama istri Ismarindiyani Priyanti hari Sabtu (9/2) malam menyaksikan pertandingan antara Indonesia All Star vs AC Milan Glories di Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta. Di Senayan, Menpora disambut CEO MNC Grup, Hary Tanoesoedibdjo.  Usai pertandingan Menpora mengatakan dirinya bangga  dan senang melihat jalannya pertandingan dan antusias penonton yang luar biasa.
    
Dalam  pertandingan, tersebut Indonesia All Star memberikan perlawanan sengit di sepanjang 2 x  40 menit. Dua kali tertinggal, dua kali pula tim yang diisi pemain senior Indonesia itu bisa menyamakan kedudukan. Namun Indonesia All Star cuma bisa dua kali menyamakan kedudukan. Setelah sempat sama kuat 2-2, Milan Glories mampu mencetak dua gol tambahan yang membuat Paolo Maldini dkk meraih kemenangan 4-2.

"Ini pertandingan yang persahabatan, tapi  menurut saya hiburan yang menarik. Lucunya meski tim Indonesia All Star mencetak gol, namun penonton lebih  banyak bersorak kepada AC Milan ketika mencetak gol. Saya berterima kasih kepada penyelenggara  pertandingan ini, karena ini bisa mengembalikan gairah sepakbola Indonesia. Ini merupakan satu semangat untuk menumbuhkan kembali rasa cinta olahraga dan sepakbola kita," kata Menpora.

Di sela paruh babak pertama, Menpora ditemani Hary Tanosoedibdjo turun ke lapangan untuk memberikan bantuan kepada Akademi AC Milan di Indonesia sebesar 25 ribu US Dollar atau sekitar Rp 250 juta.         

Pertandingan berlangsung seru dan menarik. Laga baru berjalan lima menit AC Milan Glories sudah membuka peluang membuka keunggulan, namun upaya Stefano Eranio masih gagal menemui sasaran. Tujuh menit berselang gantian Massimo Oddo punya peluang, namun upayanya dihentikan Hendro Kartiko.

Milan Glorie akhirnya membuka skor di menit ke-16 menit melalui Serginho. Gol tersebut tercipta lewat aksi solo run, Serginho dari tengah menusuk pertahanan Indonesia All Star Legend sebelum menyarangkan bola ke sudut kanan gawang Hendro Kartiko.Oddo dua kali mendapat peluang emas. Lolos dari jebakan offside, Oddo tinggal berhadapan dengan Hendro tapi tendangannya bisa diredam.

Begitu pula dengan percobaannya yang kedua. Setelah melewati lini pertahanan Indonesia tapi sebelum berhasil masuk kotak, Hendro berhasil mencegat bola dan menghasilkan tendangan bebas untuk Milan Glories. Setelah lolos dari jebakan offside, Kurniawan hampir mencetak gol untuk Indonesia All Star Legend. Tapi ia gagal mengontrol bola dengan baik saat tinggal berhadapan dengan Massimo Taibi. Bima Sakti mencoba peruntungannya di menit 33. Sayang sekali, tendangan kerasnya dari kotak penalti masih melenceng cukup jauh dari gawang Taibi.

Gol! Bambang Pamungkas menyeimbangkan permainan di menit 35. Mendapat umpan lambung, dengan sekali kontrol, tendangan mendatar Bepe sukses menjebol gawanng Taibi. Indonesia All Star Legend 1, Milan Glories 1. Andriy Shevchenko membawa AC Milan Glories unggul 2-1 di menit 41 setelah tendangan kaki kanannya bersarang di pojok kanan bawah gawang Indonesia All Star Legend.

Indonesia All Star Legend mendapatkan peluang emas untuk menyamakan kedudukan. Bepe yang berada di posisi bebas, justru salah pengerti dengan rekannya di arah yang lain. Bola tendangannya pun bisa ditangkap.Gol! Indonesian All Star berhasil menyamakan kedudukan menjadi 2-2 di menit 63. Menerima umpan silang Gusnaedi Ada, Bepe yang diapit dua pemain bertahan Milan Glorie menyambut bola dengan sundulan yang sukses bersarang di kiri jala gawang Taibi.

Situasi seimbang tidak bertahan lama. Di menit 70, tendangan bebas Ibrahim Ba ditanduk Maurico Ganz dan sukses melewati Kurnia Sandri untuk menambah gol untuk Milan Glories. Skor 3-2, Indonesia All Star Legend kembali tertinggal. Keunggulan Milan Glories hampir bertambah. Ganz menanduk bola namun mengenai tiang jauh, bola sudah melewati sela-sela kaki Kurnia Sandi namun langsung diamankan.Tujuh menit sebelum pertandingan berakhir, Milan Glories menambah gol sekaligus memastikan kemenangan setelah Serginho mencetak gol keduanya di pertandingan ini yang diawali dengan kerjasama one-two yang apik. MENPO

Kemenpora Tidak Diam

Sejak ditunjuk dan dilantik oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menjadi Menteri Pemuda dan Olahraga dalam Kabinet Indonesia Bersatu II  pada pertengahan bulan Januari lalu, muncul rasa penasaran dan tanda tanya besar dari berbagai kalangan masyarakat Indonesia,  apakah saya bisa mengemban tugas dan amanah tersebut. Apalagi latar belakang saya sebelumnya masih minim tentang dunia olahraga dan pemuda. Tapi seberat apapun tugas itu, bagi saya itu adalah amanah dari negara.

Ada tiga tugas dari Presiden dan menjadi amanah yang harus diselesaikan oleh Menpora baru. Tugas pertama, melakukan konsolidasi ke dalam jajaran Kemenpora. Kedua, Menpora baru diminta melanjutkan pekerjaan Menpora yang lama, terutama peningkatan prestasi di tingkat nasional  maupun internasional  seperti Sea Games di Myanmar nanti. Dan ketiga, sebagai Menpora saya diminta menyelesaikan dualisme kepengurusan PSSI yang sudah berlangsung selama beberapa tahun ini, karena sepakbola adalah olahraga populer yang sangat diminati oleh mayoritas bangsa Indonesia.

Setelah resmi dilantik, segera saya melangkah untuk bekerja. Langkah untuk menyelesaikan persoalan atau tugas tersebut harus saya lakukan dengan cermat, taat asas dan terukur.  Untuk memuluskan langkah tersebut saya harus terjun langsung ke pokok permasalahan yang terjadi. Dan saya harus melakukannya dengan hati-hati agar hasilnya nanti tidak membuat siapapun menjadi sakit hati. 

Terus terang, untuk menyelesaikan masalah konflik dualisme PSSI ini dibutuhkan waktu dan kerja ekstra keras. Desakan dan serangan dari berbagai pihak, baik di dunia nyata dan dunia maya saya rasakan cukup besar. Mereka rata-rata tidak ada yang bisa dibenarkan 100 persen, dan tidak ada yang bisa disalahkan 100 persen. Dalam masalah ini saya memang harus bersikap tegas, dengan melihat bagaimana reaksi dari masyarakat. Melihat itu, reaksi minimal yang akan saya ambil.

Kenapa saya katakan antara PSSI dan KPSI ini tidak ada yang benar 100  persen? Karena yang satu merasa betul dari sisi aturan, yang satu lagi merasa betul dari sisi fakta. Oleh karena itu dalam mengambil langkah saya akan mengumpulkan sebanyak-banyaknya masukan, baik itu dari hulunya langsung seperti bertemu dengan Nirwan D Bakrie dan Arifin Panigoro. Bertemu dengan Ketua Umum PSSI Djohar Arifin Husein dan juga bertemu Ketua KPSI La Nyala Mattaliti. Bahkan saya juga tidak sungkan untuk meminta masukan dari teman-teman media yang selama ini, menurut saya, paham pada masalah ini. Saya mencari masukan dari banyak pihak, sehingga nantinya pemerintah bisa mengambil keputusan tepat dan terukur, meski ujungnya tegas.

Tetapi persoalan ternyata tidak hanya terjadi di sepakbola, melainkan juga  pada cabang olahraga lain. Di cabor tenis misalnya, ternyata ada masalah dugaan pelecehan seksual yang dilakukan pelatih terhadap atletnya. Di tinju, beberapa petinju amatir meninggal dunia ketika sedang bertanding, dan berbagai macam persoalan lainnya.

Persoalan-persoalan  tersebut akan saya selesaikan tidak langsung dengan cara hantam kromo, namun dengan cara satu per satu. Misalnya mengenai masalah tenis dan tinju, untuk menyelesaikan persoalan tersebut saya langsung menugaskan Deputi terkait untuk berkordinasi dengan Pengurus Besar (PB) cabang olahraga yang membawahi, untuk memastikan apakah memang telah terjadi kesalahan.

Di tinju misalnya, apakah seorang petinju profesional harus melewati jenjang amatir terlebih dahulu sebelum bertanding. Sedangkan untuk masalah tenis, saya masih ingin tahu lebih dalam apakah korban pelecehan seksual tersebut berani membuka kasus seperti empat korban yang sebelumnya sudah melapor. Masih banyak persoalan di olahraga, dan saya dengan dukungan dari para staf, media, dan masyarakat luas, berharap dapat menyelesaikannya satu demi satu.


Selain menyelesaikan persoalan olahraga, Kemenpora juga menginginkan adanya revitalisasi dalam bidang Kepramukaan dan Kepemudaan. Saya ingin Pramuka menjadi modern agar memiliki daya tarik bagi anak-anak mulai dari SD, SMP hingga SMA.  Mereka tidak hanya memakai seragam Pramuka sebagai simbol semata, tetapi juga memiliki berbagai kegiatan yang memang mereka senangi, termasuk IT.

Begitu juga dengan kepemudaan. Masalah pemuda bagi saya cukup penting,  karena pemuda adalah garda depan suatu bangsa. Salah satu langkah kongkrit saya di bidang pemuda adalah masalah narkoba. Ketika mendengar artis dan presenter RA terlibat penggunaan narkoba,  waktu itu saya langsung datang ke BNN untuk berbicara sekaligus mencari solusi agar program pemuda anti narkoba bisa dijalankan dengan baik.

Kemenpora segera bersinergi BNN untuk merancang kegiatan anti narkoba. Dan alhamdulilah,  bersama BNN, OKP-OKP dan mahasiswa, pada hari Sabtu (9/2) di kantor Kemenpora  kita mengeluarkan  Deklarasi Anti Narkoba yang mengambil tema "Perangi Narkoba, Raih Prestasi." Pada acara deklarasi ini saya berencana akan menurunkan bendera raksasa berukuran 13 X 20 meter anti narkoba dari lantai 10 kantor Kemenpora.       

Dari semua hal di atas, kuncinya adalah pemerintah tidak boleh diam terhadap suatu kasus, tapi juga tidak boleh terlalu reaktif terhadap masalah. Selaku orang baru yang minim pengalaman dan dihadapkan dengan segudang permasalahan, saya memaklumi jika kemudian reaksi atau komentar yang muncul sangat besar. Bagi saya tidak masalah, karena reaksi yang luar biasa besar itu menunjukkan kepedulian masyarakat terhadap kasus-kasus ini, dan saya berterima kasih terhadap semua reaksi itu. Semua saya jadikan masukan, dari situ saya akan melangkah ke depan. (*)  

Jakarta 6 Februari 2013
* Roy Suryo

KELUARGA BESAR JUDOKA KUNGFU INDONESIA MENGUCAPKAN SELAMAT TAHUN BARU IMLEK TAHUN 2564

KELUARGA BESAR JUDOKA KUNGFU INDONESIA MENGUCAPKAN SELAMAT TAHUN BARU IMLEK 2564   MINGGU, 10 FEBRUARI 2013.

GONG XI FAT CAI 2564.

WAN SHI RU YI

HUT JKI Ke 32 Tahun Segudang Prestasi, Banyak Atlet Yang Sukses

Kamis, 13 Desember 2012

JKI-Siantar, Hari Ulang Tahun Seni Beladiri Judoka Kungfu Indonesia ( JKI) yang ke 32 Tahun yang dilaksanakan di Padepokan Dewan Guru JKI Minggu, 9 Desember 2012 cukup meriah, banyak atlet yang sukses dan meraih prestasi. Adapun prestasi yang telah diraih putra-putri JKI adalah Winda Saragih merebut mendali perak pada cabang olahraga keras Thai Boxing di Sea Games tahun 2006, merebut mendali emas dalam setiap even Pekan Olahraga Nasional ( PON ) dicabang Wushu yang direbut putra JKI selama ini. Misalnya saja Yeyen Sitohang,SH, Simsim Sitohang, S.Kom, Bachtiar Sitorus, Jontara Siahaan karena prestasinya dalam olahraga beladiri diterima menjadi pegawai dipemerintahan kota Siantar.
HUT JKI Ke 32 Tahun  Segudang Prestasi, Banyak Atlet Yang Sukses

JKI didirikan tahun 1980 di Pematang Purba Kabupaten Simalungun oleh Master Teladan Tarigan SmHK dan saat ini telah berkembang di 10 Propinsi di Sumatera Utara. Awal berdirinya JKI adalah karena keprihatinan seorang putra naga (pemilik beladiri Kungfu) Teladan Tarigan terhadap anak-anak kampung di Pematang Purba dan Pematang Raya, atas keprihatinan itu didirikanlah senibeladiri JKI, setelah dirinya mendapat restu dari pelatih di Indonesia dan China.

Walikota Pematangsiantar Hulman Sitorus, SE yang diwakili Kadispora Siantar Drs.Tuahman Saragih dalam sambutannya Minggu (9/12) mengatakan,kami sangat berterimakasih kepada para atlet, pelatih dan pengurus JKI yang telah mempercayakan Siantar sebagai tuan rumah Rakernas dan HUT JKI yang ke 32 tahun. Kami harapkan JKI yang didirikan di Siantar – Simalungun ini dapat terus berkembang baik tingkat Nasional maupun internasional,”Kami berharap dan doakan, agar JKI terus berkembang, sampai kepelosok-pelosok tanah air Indonesia, karena beladiri JKI kami ketahui prestasinya telah segudang, dan paling penting dengan berlatih JKI anak-anak Indonesia dapat membina mental dan Disiplin, sehingga jauh dari kenakalan remaja dan Narkoba,”kata Tuahman Saragih serta menghimbau agar remaja dapat berlatih beladiri untuk membina mental dan disiplin.

Prestasi putra JKI ini bukan hanya pada beladiri saja, banyak prestasi yang dapat dibanggakan termasuk putra JKI menjadi pimpinan diperusahaan swasta, pemerintah, TNI maupun Polri. Ini dapat ditunjukan oleh senior JKI yang telah berprestasi pada saat acara Ulang tahun JKI yang ke 32 tahun,mereka menceritakan bahwa modal utama mereka sukses adalah dengan adanya latihan JKI.

Jurado Simatupang salah satu putra terbaik JKI yang telah sukses di kepulaauan Batam dalam mengatakan, Saya adalah putra JKI, yang terus mengembangkan sayap JKI sampai kepulauan Riau tepatnya di pulau Batam. Masih sangat saya ingat sakitnya latihan di JKI, kita harus mengikuti latihan mental dan disiplin, dalam latihan JKI didik untuk berlatih keras dan bukan kekerasan. “Dengan didik berlatih mental dan disiplin itulah saya dapat membekali diri, sehingga saya dapat mendirikan perusahaan tenaga kerja, khususnya tenaga kerja keamanan (Security),”kata Jurado Manager salah satu perusahaan Security di Batam ini.

Kari Gultom salah seorang alumni tahun 1998 yang saat ini sebagai TNI mengatakan, Kedisiplinan, mental dan karakter kita ditempah di perguruan ini (JKI). Dengan semangat menjadi seorang kesatria kita dapat mengenal kebaikan dan keburukan. Sehingga selama berlatih diperguruan ini kita benar-benar ditempah, baik disiplin dan mental. ”Adek-adek jangan malas latihan, terus tingkatkan prestasi, kalau latihan memang sakit, berkeringat. Namun dengan sendirinya diri kita telah “berhasil”, yaitu memiliki mental dan disiplin yang baik,”kata Gultom menceritakan pengalamnnya berlatih JKI.

Ketua Umum Panitia PMG. Tambunan., SPd, MH didampingi Sekretaris Umum Simsim Maynuel Sitohang S. Kom Dalam sambutannya mengatakan, kegiatan Hari ulang tahun ini dilaksanakan sekaligus dalam rangka Rapat Kerja Nasional (Rakernas), Dalam Rakernas diikuti para pelatih JKI se Indonesia. Kami mengucapkan terima kasih kepada atlet, pelatih, dan pengurus JKI seluruh Indonesia, demikian juga terhadap sponsor dan para donatur, Khususnya walikota Pematangsiantar yang telah bersedia menerima panitia Rakernas dan HUT JKI , sehingga Kota Siantar dapat dipercaya menjadi tuan rumah.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada walikota Pematangsiantar Hulman Sitorus , SE, karena telah bersedia menerima panitia, sehingga Siantar dapat melaksanakan Rakernas dan HUT JKI yang ke 32 pada 8-9 Desember 2012 di Siantar. Rakernas Dibuka oleh walikota Pematangsiantar Hulman Sitorus , SE yang diwakili Kadispora Siantar Drs. Tuahman Saragih,”kata Poltak Tambunan yang juga Kepala UPTD kota Siantar.

Simsim Sitohang, S.Kom menambahkan, kami bangga kepada abang Teladan Tarigan karena kesederhanaannya dan kepeduliannya terhadap anak Siantar-Simalungun yang ingin berlatih seni beladiri JKI pada 32 tahun yang lalu dapat tercapai, dan saat ini kepedulian itu telah dinikmati ribuan atlet JKI yang saat ini meraih sukses baik sebagai atlet berprestasi, perwira TNI, Polri dan menjabat di pemerintahan dan perusahaan swasta di seluruh Indonesia.

“Kami ucapkan terima kasih kepada abang (Teladan Tarigan), karena abang kami bisa berlatih beladiri, dan kami bisa menimbah ilmu di JKI. Semoga ilmu yang kami dapat dapat bermamfaat bagi kami, keluarga dan masyarakat dan Negara,”kata Simsim Sitohang pelatih JKI Siantar.

Guru besar JKI Teladan Tarigan dalam sambutannya berpesan, agar putra Naga (JKI) dapat menjaga nama baik perguruan, dan tetap mengunakan ilmu beladiri JKI untuk kebaikan dan kemandirian. Olahraga ini saya ciptakan dulunya, agar anak-anak dipedesaan dapat berlatih beladiri dengan biaya murah yang terjangkau, dan bahkan dulunya banyak anak-anak desa di Pematang Purba yang tidak membayar. Kita ketahui untuk berlatih beladiri dulunya sangat susah dan biaya mahal, sehingga saya mendirikan perguruan yang kita cintai ini.

” Tetaplah menjaga nama baik perguruan JKI dimanapun putra JKI berada, Maju dan kembangkanlah perguruan kita ini, baik tingkat nasional maupun internasional. Program yang telah dibuat dijalankanlah bersama, dan bersama-samalah mematuhinya,” kata Teladan Tarigan yang telah menyelesaikan tingkat Master Kungfu di salah satu kuil China pada tahun 1979, dan beberapa tahun kemudian belajar Karate dan Judo di Indonesia.

Dalam Acara HUT JKI ke 32 tahun itu juga dilaksanakan pelantikan pengurus Padepokan Dewan Guru, yang dilantih oleh guru besar JKI Master Teladan Tarigan, SmHKpengurus Dewan Guru Utama yang dilantik adalah Sekretaris Jenderal Dewan Guru Tagor Leo Sitohang, SH, Dewan Guru Utama Jurado Simatupang , Kingron Sidabutar, Maruba Siregar, Antony Silalahi, Mangapul Situmorang. Dilantik juga ketua dewan guru wilayah Sumatera Utara yang dipilih oleh para pelatih secara voting, yaitu ketua Reinhard Sianipar, Ketua Dewan Pelatih Yeyen Sitohang, SH, Ketua Dewan Sabuh Hitam Bachtiar Sitorus, dan Ketua Data Base JKI Simsim M Sitohang, S.Kom Yang disaksikan 435 atlet, pelatih dan pengurus JKI seluruh Indonesia.

Tagor leo Sitohang, SH Sekretaris Jendral Dewan Guru JKI seusai pelantikan kepada wartawan mengatakan, Rakernas JKI telah mengambil beberapa keputusan, yaitu agar para pelatih maupun sasana didaerah baik propinsi dan kabupaten kota se Indonesia, agar secepatnya mendaftarkan diri agar dimasukan ke data BaseJKI, dengan melampirkan photo copy sertifikat/ijajah Sabuk terakhir serta SK pengangkatan pelatih, SK pelatih, dan surat keterangan membuka/melatih. “Ini dilakukan karena semakin banyaknya atlet JKI didaerah, yang meminta alamat serta pelatih didaerah dan propinsi. Pendataan ini agar mempermudah atlet JKI untuk berlatih diseluruh Indonesia, pendataan ini sekaligus membukukan keberadaan JKI ditengah-tengah bangsa ini, artinya apa dan bagaimana JKI selama ini akan kita tuangkan dalam satu buku, dan menjadi buku panduan atau buku agenda bagi atlet,pelatih, dan pengurus,”Kata Tagor menjelaskan.
 
Support : Becak Siantar | Info Loker | Lapo Kita | KA Blog
Copyright © 2013. JUDOKA KUNGFU INDONESIA - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Lintas Publik
Proudly powered by Blogger