Latest Article Get our latest posts by subscribing this site

Nasi Tumpeng Permintaan Terakhir Guru Besar JKI, Alm. Teladan Tarigan : Jaga Perguruan Kita dan Besarkan

Kamis, 21 September 2017

Kenangan dan permintaan terakhir mu Guru besar Master JKI Teladan Tarigan adalah meminta kepada pantia HUT JKI ke 32 ketika itu PM, Tambunan sebagai majelis kehormatan JKI sebagai ketua panitia dan Simsim Sitohang sebagai sekretaris panitia sebuah penghormatan (puncak  HUT) satu nasi tumpeng, 18 -19 Desember 2012.

Dan nasi tumpeng itupun terpenuhi sesuai keingan mu, tak banyak yang kau mintah hanya saja satu kebersamaan menuju kejayaan JKI.

"Terimakasih untuk semua panitia yang telah mensukseskan acara ini, terutama nasi tumpengnya, semoga JKI dalam lindungan Tuhan, Jada dan besarkan perguruan kita," kata alm, Teladan Tarigan yang juga Sintua di GBKP jalan Nias Pematangsiantar.


Penyerahan nasi tumpeng dari Guru besar JKI Teladan Tarigan kepada ketua panitia PM. Tambunan, MH
dan Tagor Sitohang Sekjen JKI untuk dibagikan kepada seluruh atlet dan pelatih yang hadir.
Pelukan terakhir Almarhum Guru besar JKI Teladan Tarigan kepada Tagor Sitohang sekjen JKI
pelatih yang senantiasa bersama selama hidup almarhum mengembangkan JKI kepelosok
Nusantara.



Almarhum Guru besar JKI diberangkat para atlet JKI dirumahduka

Almarhum Master JKI Teladan Tarigan saat akan diberangkatkan memakai jubah
sintua GBKP, karena almarhum adalah Pekerja (sintua) di GBKP Jalan Nias.

Pelatih dan atlet memberikan ucapan duka kepada kelaurga almarhum Guru Besar Teladan Tarigan

Simsim Sitohang sekretaris Panitia 32 tahun JKI memberikan ucapan duka kepada Sintauli Damanik
yang juga telah almarhum.

Tagor Sitohang, SH Sekretaris Jenderal JKI memberikan ucapan duka dan sekaligus pengumuman
pemberangkatan Guru besar JKI Teladan Tarigan. Agar pemberangkatan (penghormatan) sepenuhnya
dikendalikan perguruan, dan memakai umbul-umbul serta atribut perguruan.

Kenangan Kue HUT ke 32 tahun Perguruan bersama Guru besar JKI teladan tarigan

Pelatihan terakhir dan peanugrahan sabuk dan sertifikat kepada pelatih
dan atlet ketika Alm Teladan Tarigan masih sehat.

Master JKI Ajarkan Agar Atlet Tetap Rendah Hati

Terimakasih Master JKI Perwira Teladan Tarigan, Kau ajarkan kami tetap rendah hati, jujur, iklas dan tetap saling mendoakan, agar kehidupan kami senantiasa dapat sukses.

Menurun mu, Tidak ada kehebat jikalau kita hanya sebagai sandungan buat orang lain, tapi kita harus tetap senantiasa mengkorban diri untukorang lain, agar orang lain itu bermamfaat untuk sekitarnya.

Penghormatan terakhir Tagor Leo Sitohang dikaki Almarhum Guru Besar  Master JKI Perwira Teladan Tarigan
"Jikalau pahit itu harus kita katakan, jangan terlalu berharap pada orang lain, apa yang dapat kita perbuat untuk membesarkan perguruan, Walau berhasil kita harus tetap rendah hati" pesan Alm Master JKI Teladan Tarigan.


Guru Besar Judoka Kungfu Indonesia (JKI) Perwira Teladan Tarigan , SmHK meninggal dunia Minggu (16/12/12) sekitar Pukul 08:00 WIB di RS. Vita Insani Pematangsiantar, Atas kepergian Teladan Tarigan Ratusan Ribu atlet JKI se-Indonesia berduka cita, Dukacita itu dibuktikan dengan tampaknya ratusan papan bunga turut berduka cita dari keluarga besar JKI se- Indonesia, muali dari atlet, pelatih dan pengurus, yang berderet disepanjang jalan kediaman Almarhum Teladan Tarigan jalan Gunung Pusuk Buhit no.45 Pematangsiantar.



Teladan Tarigan yang juga adalah pendiri beladiri JKI, JKI didirikan Teladan Tarigan sudah berkembang ke 11 Propinsi di Indonesia yaitu Propinsi Sumatera Utara, Riau, Kepulauan Riau, Jakarta, Bengkulu, Jambi, Jawa Barat, Banten, Kalimantan Barat, Papua dan Aceh. Seni Beladiri JKI adalah seni belahdiri yang memiliki ratusan jurus-jurus Kungfu, mulai dari jurus Kera, Naga, Harimau, Bangau, Rajawali, Belalang dan lainnya. dan sistim pertandingan JKI adalah sistim Tarung Bebas ( Pukul dan Tendang) yang dilindungi pengamat tubuh. Seni Beladiri JKI juga memiliki tingkatan sabuk, mulai dari Putih, Hijau, Biru, Coklat , Hitam dan Sabuk lanjutan yang dinamakan DAN Utama sesuai dengan tingkatkan masing-masing pelatih dan keahliannya.

Tagor Sitohang, SH Sekretaris Jenderal Dewan Guru JKI  Selasa ( 18/12/12) mengatakan, kepergian Teladan Tarigan sebagai Guru besar JKI sangat memukul keluarga besar JKI seluruh Indonesia mulai dari atlet, pelatih, Dewan Kehormatan dan pengurus. Kami sangat berduka dan kehilangan tokoh besar beladiri, yaitu guru/pelatih yang kami cintai dan banggakan. Keteladan, rendah hati dan sikap toleran beliau sangat kami junjung tinggi. Almarhum Teladan Tarigan meninggal di usia 51 tahun .


Pendekar JKI Diajarkan Bukan Untuk Menjadi Pecundang

Para pendekar JKI diajarkan Bukan untuk menjadi Pecundang, tapi pemberani mengatakan kebenaran sesungguhnya. Semangat para atlet untuk meraih cita-citam jadikan ilmu beladiri JKI bekal masa depan mu, dimanapun kamu berada.



Marhasak manurung


Kamal Oppusunggu

Astrid Agustina Tambunan

Marhasak Manurung




Elsara Simarmata.



4 Atlet Putri JKI Pecahkan Benda Keras di Pembukaan Gala Desa

Minggu, 17 September 2017

SIANTAR, Walikota Pematangsiantar,Hefriansyah,SE MM bersama Asisten Kemenpora,membuka secara resmi Gala desa tahun 2017 di Kota Pematangsiantar yang dilaksanakan di Lapangan Universitas Simalungun (USI), Selasa (12/9/2017) sore.

Didepan ribuan peserta , Hefriansyah menyampaikan kegiatan Gala desa dapat meningkatkan sportivitas dan solidaritas masyarakat Siantar sekaligus membangun karakter yang tangguh.

"Sehingga dapat memunculkan bibit-bibit olahraga yang potensi untuk meningkatkan prestasi olahraga nasional dan internasional yang dapat membawa harum bangsa Indonesia"ujar Hefriansyah saat membacakan sambutan menteri Pemuda dan Olahraga.

Kata Hefriansyah, harapan tersebut akan benar-benar terwujud jika semua masyarakat merasa terpanggil meningkatkan partisipasi olahraga dengan melakukan sosialisasi olahraga, kompetisi ditingkat sekolah, kabupaten/kota, provinsi, bahkan tingkat nasional.

"Oleh karena itu, saya mengajak semua komponen membangun kebersamaan, kekompakan serta ketekunan, dan tekad spirit bersatu padu untuk memajukan prestasi olahraga kita khususnya di Siantar dan Indonesia pada umumnya" ujarnya.

BACA JUGA  Guru Besar Judoka Kungfu Indonesia Meninggal Dunia

Mika Sianturi atlet Judoka Kungu Wushu Indonesia siswa SMA Bintang Timur Pematangsiantar
berhasil memecahkan  Batako.
Disebutkan dia, olahraga bukanlah sebuah kompetisi namun sebuah kebutuhan hidup untuk seseorang, karena dengan berolahraga akan mendapatkan kesehatan.

"Olahraga merupakan salah satu aspek yang penting dalam kehidupan kita, karena olahraga merupakan aspek yang dapat menempa rasa kebanggaan, rasa kebangsaan dalam memperkokoh persatuan dalam mengorbankan semangat perjuangan bangsa. dan dengan olahraga kita dapat membangun sifat jujur, sportiv dan jiwa ksatria,"ucapnya.

Walikota Siantar Hefriansyah bersama atlet beladiri yang tergabung 
di Siantar Black Belt Comunity (SBBC).

Lebih jauh disampaikan Hefriansyah, dengan olahraga menurutnya dapat menumbuhkan semangat untuk meraih prestasi terbaik dan semangat kompetisi secara sehat.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Fatimah Siregar didampingi Ketua KONI Pematangsiantar, Jayadi Sagala menyampaikan semangat berolahraga menjadi salah satu alat pemersatu bangsa tanpa memandang adanya perbedaan.

"Olahraga yang diikuti oleh masyarakat dari berbagai suku bangsa ini bukan lagi berbicara terkait dari mana kita berasal. Melainkan lebih ditekankan bagaimana kita bisa meraih suatu kemenangan tanpa mengesampingkan suatu aturan pertandingan yang sudah ditentukan,"ujar mereka

Lanjutnya, Gala Desa merupakan salah satu program Ayo Olahraga dari Kemenpora. Program ini sengaja dirancang untuk menambah kebugaran dan kesehatan dari masyarakat Indonesia.

Mika Sianturi atlet Judoka Kungu Wushu Indonesia siswa SMA Bintang Timur Pematangsiantar
berhasil memecahkan  Batako.


Atlet SBBC Tampil Memukau

Dalam pembukaan Gala Desa tahun 2017 tersebut turut dimeriahkan atraksi dari ratusan atlet yang tergabung dalam Siantar Black Belt Community (SBBC).

Bahkan atraksi tersebut betul-betul memukau dan mendapat aplus dari penonton ketika mempertontonkan keindahan keseragaman jurus,ketahanan tubuh ketika mendapatkan pukulan, pemecahan benda-benda keras serta cara mempertahankan diri ketika mendapatkan serangan dari lawan.

BACA JUGA  Kekayaan yang Kian Terlupakan...

Walikota Siantar Hefriansyah bersama Pelatih beladiri yang tergabung di
Siantar Black Belt Comunity (SBBC)atau komunitas sabuk Hitam.
 
Hadir dalam acara tersebut, mewakili Kemenpora, Drs. Wisler Manalu, M.M selaku Asisten Deputi Kemitraan dan Penghargaan Pemuda pada Deputi Bidang Pengembangan Pemuda, President Boms Rizal Ginting, Ketua Yayasan USI Amsar Saragih, sejumlah OPD Pemko Siantar dan ratusan atlet bela diri yang bergabung dalam SBBC (Siantar Black Belt Community).

 Pada kesempatan itu 4 (empat) atlet putri JKI mendapat aplaus dari penonton karena berhasil nemecahan benda keras berupa batako, 3 atlet dari sasana JKI Telada SMK Surya Pematangsiantar yaitu : Roshini Chintya Pardede, Roshana Pardede, Mia Kristina Sitorus dan Mika Sianturi dari sasana JKWI Pematangsiantar.

Roshana Pardede, atlet Judoka Kungu Indonesia  Teladan (JKI Teladan) siswa SMK Bintang Timur
Pematangsiantar berhasil memecahkan  Batako
Atlet lain yang melakukan atraksi pada pembukaan Gala desa yaitu dari KKO ( Kodrat Keluarga Olahraga ) / Tarung Drajad, Karate TAKO, Karate AMURA, Judoka Kungfu Wushu Indonesia (JKWI / JKI Teladan), WINGCHUN , Taekwondo, Silat Teratai kembang, Silat Merpati putih.


Sumber   : www.lintaspublik.com

Atlet JKI Ramaikan Pembukaan Gala Desa Program Menteri Olahraga

SIANTAR, Pembukaan Gala Desa tahun 2017 di Kota Pematangsiantar dihadiri Kemenpora, Drs. Wisler Manalu, M.M selaku Asisten Deputi Kemitraan dan Penghargaan Pemuda pada Deputi Bidang Pengembangan Pemuda, President Boms Rizal Ginting, Ketua Yayasan USI Amsar Saragih, sejumlah OPD Pemko Siantar dan ratusan atlet bela diri yang bergabung dalam SBBC (Siantar Black Belt Community).

Pelatih  JKI bersama Pelatih  tergabung di SBBC bersama Walikota Siantar Hefriansyah.
Atlet beladiri yang tergabung Siantar Black Belt Community (SBBC) meminta, agar kementerian Pemuda dan olahraga juga memasukan agenda Gala Desa untuk pertandingan beladiri.

"Kita harapkan pertandingan beladiri juga dimasukan dalam agenda Gala Desa, artinya cabang beladiri salah satu cabang olahraga yang dipertandingkan,"ucap Herbet Manurung salah satu pelatih Wushu Champion Sport seusai mengikuti atraksi beladiri di Lapangan Universitas Simalungun (USI), Selasa (12/9/2017) sore.

Dalam kesempatan itu Simsim Sitohang, S.Kom menjelaskan, permintaan ini juga bukan tanpa alasan, karena besarnya minat pelajar untuk berlatih beladiri, sehinga dibutuhkan event yang banyak.

"Minat pelajarkan banyak berlatih beladiri, jadi Gala Desa juga bagus kalau ada pertandingan beladiri,"ucap Simsim Sitohang pelatih Judoka Kungfu Wushu Indonesia ini sepakat, bahwa SBBC anti Narkoba.

Saat membuka pertandingan Gala desa, didepan ribuan peserta , Hefriansyah menyampaikan kegiatan Gala desa dapat meningkatkan sportivitas dan solidaritas masyarakat Siantar sekaligus membangun karakter yang tangguh.

Atlet JKI bersama ratusan atlet beladiri lainnya saat
merayakan Gala desa di lapangan sepakbola Universitas Simalungun.

"Sehingga dapat memunculkan bibit-bibit olahraga yang potensi untuk meningkatkan prestasi olahraga nasional dan internasional yang dapat membawa harum bangsa Indonesia"ujar Hefriansyah saat membacakan sambutan menteri Pemuda dan Olahraga.

Kata Hefriansyah, harapan tersebut akan benar-benar terwujud jika semua masyarakat merasa terpanggil meningkatkan partisipasi olahraga dengan melakukan sosialisasi olahraga, kompetisi ditingkat sekolah, kabupaten/kota, provinsi, bahkan tingkat nasional.

"Oleh karena itu, saya mengajak semua komponen membangun kebersamaan, kekompakan serta ketekunan, dan tekad spirit bersatu padu untuk memajukan prestasi olahraga kita khususnya di Siantar dan Indonesia pada umumnya" ujarnya.

Sumber : www.lintaspublik.com

Taat dan Disiplin, Kunci Keberasilan Atlet Berprestasi

Selasa, 14 Maret 2017

Atlet JKI TELADAN menghormat guru Tagor leo Sitohang, SH
 dalam pelatihan khusus pembinaan dan disiplin atlet di YP. Surya jalan Dalil Tani Pematangsiantar.

Hujan tidak Menjadi Penghalang Berlatih Kungfu

Hujan tidak menjadi penghalang berlatih 
dok JKI TELADAN

Atlet Harus menguasai teknik menyerang dan Bertaha

Atlet mencoba menyerang denga  menerjang lawannya.
dok JKI TELADAN

 
Support : Becak Siantar | Info Loker | Lapo Kita | KA Blog
Copyright © 2013. JUDOKA KUNGFU INDONESIA - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Lintas Publik
Proudly powered by Blogger