Latest Article Get our latest posts by subscribing this site

Pendekar JKI Diajarkan Bukan Untuk Menjadi Pecundang

Kamis, 21 September 2017

Para pendekar JKI diajarkan Bukan untuk menjadi Pecundang, tapi pemberani mengatakan kebenaran sesungguhnya. Semangat para atlet untuk meraih cita-citam jadikan ilmu beladiri JKI bekal masa depan mu, dimanapun kamu berada.



Marhasak manurung


Kamal Oppusunggu

Astrid Agustina Tambunan

Marhasak Manurung




Elsara Simarmata.



4 Atlet Putri JKI Pecahkan Benda Keras di Pembukaan Gala Desa

Minggu, 17 September 2017

SIANTAR, Walikota Pematangsiantar,Hefriansyah,SE MM bersama Asisten Kemenpora,membuka secara resmi Gala desa tahun 2017 di Kota Pematangsiantar yang dilaksanakan di Lapangan Universitas Simalungun (USI), Selasa (12/9/2017) sore.

Didepan ribuan peserta , Hefriansyah menyampaikan kegiatan Gala desa dapat meningkatkan sportivitas dan solidaritas masyarakat Siantar sekaligus membangun karakter yang tangguh.

"Sehingga dapat memunculkan bibit-bibit olahraga yang potensi untuk meningkatkan prestasi olahraga nasional dan internasional yang dapat membawa harum bangsa Indonesia"ujar Hefriansyah saat membacakan sambutan menteri Pemuda dan Olahraga.

Kata Hefriansyah, harapan tersebut akan benar-benar terwujud jika semua masyarakat merasa terpanggil meningkatkan partisipasi olahraga dengan melakukan sosialisasi olahraga, kompetisi ditingkat sekolah, kabupaten/kota, provinsi, bahkan tingkat nasional.

"Oleh karena itu, saya mengajak semua komponen membangun kebersamaan, kekompakan serta ketekunan, dan tekad spirit bersatu padu untuk memajukan prestasi olahraga kita khususnya di Siantar dan Indonesia pada umumnya" ujarnya.

BACA JUGA  Guru Besar Judoka Kungfu Indonesia Meninggal Dunia

Mika Sianturi atlet Judoka Kungu Wushu Indonesia siswa SMA Bintang Timur Pematangsiantar
berhasil memecahkan  Batako.
Disebutkan dia, olahraga bukanlah sebuah kompetisi namun sebuah kebutuhan hidup untuk seseorang, karena dengan berolahraga akan mendapatkan kesehatan.

"Olahraga merupakan salah satu aspek yang penting dalam kehidupan kita, karena olahraga merupakan aspek yang dapat menempa rasa kebanggaan, rasa kebangsaan dalam memperkokoh persatuan dalam mengorbankan semangat perjuangan bangsa. dan dengan olahraga kita dapat membangun sifat jujur, sportiv dan jiwa ksatria,"ucapnya.

Walikota Siantar Hefriansyah bersama atlet beladiri yang tergabung 
di Siantar Black Belt Comunity (SBBC).

Lebih jauh disampaikan Hefriansyah, dengan olahraga menurutnya dapat menumbuhkan semangat untuk meraih prestasi terbaik dan semangat kompetisi secara sehat.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Fatimah Siregar didampingi Ketua KONI Pematangsiantar, Jayadi Sagala menyampaikan semangat berolahraga menjadi salah satu alat pemersatu bangsa tanpa memandang adanya perbedaan.

"Olahraga yang diikuti oleh masyarakat dari berbagai suku bangsa ini bukan lagi berbicara terkait dari mana kita berasal. Melainkan lebih ditekankan bagaimana kita bisa meraih suatu kemenangan tanpa mengesampingkan suatu aturan pertandingan yang sudah ditentukan,"ujar mereka

Lanjutnya, Gala Desa merupakan salah satu program Ayo Olahraga dari Kemenpora. Program ini sengaja dirancang untuk menambah kebugaran dan kesehatan dari masyarakat Indonesia.

Mika Sianturi atlet Judoka Kungu Wushu Indonesia siswa SMA Bintang Timur Pematangsiantar
berhasil memecahkan  Batako.


Atlet SBBC Tampil Memukau

Dalam pembukaan Gala Desa tahun 2017 tersebut turut dimeriahkan atraksi dari ratusan atlet yang tergabung dalam Siantar Black Belt Community (SBBC).

Bahkan atraksi tersebut betul-betul memukau dan mendapat aplus dari penonton ketika mempertontonkan keindahan keseragaman jurus,ketahanan tubuh ketika mendapatkan pukulan, pemecahan benda-benda keras serta cara mempertahankan diri ketika mendapatkan serangan dari lawan.

BACA JUGA  Kekayaan yang Kian Terlupakan...

Walikota Siantar Hefriansyah bersama Pelatih beladiri yang tergabung di
Siantar Black Belt Comunity (SBBC)atau komunitas sabuk Hitam.
 
Hadir dalam acara tersebut, mewakili Kemenpora, Drs. Wisler Manalu, M.M selaku Asisten Deputi Kemitraan dan Penghargaan Pemuda pada Deputi Bidang Pengembangan Pemuda, President Boms Rizal Ginting, Ketua Yayasan USI Amsar Saragih, sejumlah OPD Pemko Siantar dan ratusan atlet bela diri yang bergabung dalam SBBC (Siantar Black Belt Community).

 Pada kesempatan itu 4 (empat) atlet putri JKI mendapat aplaus dari penonton karena berhasil nemecahan benda keras berupa batako, 3 atlet dari sasana JKI Telada SMK Surya Pematangsiantar yaitu : Roshini Chintya Pardede, Roshana Pardede, Mia Kristina Sitorus dan Mika Sianturi dari sasana JKWI Pematangsiantar.

Roshana Pardede, atlet Judoka Kungu Indonesia  Teladan (JKI Teladan) siswa SMK Bintang Timur
Pematangsiantar berhasil memecahkan  Batako
Atlet lain yang melakukan atraksi pada pembukaan Gala desa yaitu dari KKO ( Kodrat Keluarga Olahraga ) / Tarung Drajad, Karate TAKO, Karate AMURA, Judoka Kungfu Wushu Indonesia (JKWI / JKI Teladan), WINGCHUN , Taekwondo, Silat Teratai kembang, Silat Merpati putih.


Sumber   : www.lintaspublik.com

Bergerak Cepat untuk Menguasai Pertandingan

Selasa, 14 Maret 2017

Dua atlet Judoka Kungfu Indonesia Teladan (JKI TELADAN)
mengunakan strategi teknik bertanding yang masih butuh pembinaan.

Kemenpora Tidak Diam

Minggu, 10 Februari 2013

Sejak ditunjuk dan dilantik oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menjadi Menteri Pemuda dan Olahraga dalam Kabinet Indonesia Bersatu II  pada pertengahan bulan Januari lalu, muncul rasa penasaran dan tanda tanya besar dari berbagai kalangan masyarakat Indonesia,  apakah saya bisa mengemban tugas dan amanah tersebut. Apalagi latar belakang saya sebelumnya masih minim tentang dunia olahraga dan pemuda. Tapi seberat apapun tugas itu, bagi saya itu adalah amanah dari negara.

Ada tiga tugas dari Presiden dan menjadi amanah yang harus diselesaikan oleh Menpora baru. Tugas pertama, melakukan konsolidasi ke dalam jajaran Kemenpora. Kedua, Menpora baru diminta melanjutkan pekerjaan Menpora yang lama, terutama peningkatan prestasi di tingkat nasional  maupun internasional  seperti Sea Games di Myanmar nanti. Dan ketiga, sebagai Menpora saya diminta menyelesaikan dualisme kepengurusan PSSI yang sudah berlangsung selama beberapa tahun ini, karena sepakbola adalah olahraga populer yang sangat diminati oleh mayoritas bangsa Indonesia.

Setelah resmi dilantik, segera saya melangkah untuk bekerja. Langkah untuk menyelesaikan persoalan atau tugas tersebut harus saya lakukan dengan cermat, taat asas dan terukur.  Untuk memuluskan langkah tersebut saya harus terjun langsung ke pokok permasalahan yang terjadi. Dan saya harus melakukannya dengan hati-hati agar hasilnya nanti tidak membuat siapapun menjadi sakit hati. 

Terus terang, untuk menyelesaikan masalah konflik dualisme PSSI ini dibutuhkan waktu dan kerja ekstra keras. Desakan dan serangan dari berbagai pihak, baik di dunia nyata dan dunia maya saya rasakan cukup besar. Mereka rata-rata tidak ada yang bisa dibenarkan 100 persen, dan tidak ada yang bisa disalahkan 100 persen. Dalam masalah ini saya memang harus bersikap tegas, dengan melihat bagaimana reaksi dari masyarakat. Melihat itu, reaksi minimal yang akan saya ambil.

Kenapa saya katakan antara PSSI dan KPSI ini tidak ada yang benar 100  persen? Karena yang satu merasa betul dari sisi aturan, yang satu lagi merasa betul dari sisi fakta. Oleh karena itu dalam mengambil langkah saya akan mengumpulkan sebanyak-banyaknya masukan, baik itu dari hulunya langsung seperti bertemu dengan Nirwan D Bakrie dan Arifin Panigoro. Bertemu dengan Ketua Umum PSSI Djohar Arifin Husein dan juga bertemu Ketua KPSI La Nyala Mattaliti. Bahkan saya juga tidak sungkan untuk meminta masukan dari teman-teman media yang selama ini, menurut saya, paham pada masalah ini. Saya mencari masukan dari banyak pihak, sehingga nantinya pemerintah bisa mengambil keputusan tepat dan terukur, meski ujungnya tegas.

Tetapi persoalan ternyata tidak hanya terjadi di sepakbola, melainkan juga  pada cabang olahraga lain. Di cabor tenis misalnya, ternyata ada masalah dugaan pelecehan seksual yang dilakukan pelatih terhadap atletnya. Di tinju, beberapa petinju amatir meninggal dunia ketika sedang bertanding, dan berbagai macam persoalan lainnya.

Persoalan-persoalan  tersebut akan saya selesaikan tidak langsung dengan cara hantam kromo, namun dengan cara satu per satu. Misalnya mengenai masalah tenis dan tinju, untuk menyelesaikan persoalan tersebut saya langsung menugaskan Deputi terkait untuk berkordinasi dengan Pengurus Besar (PB) cabang olahraga yang membawahi, untuk memastikan apakah memang telah terjadi kesalahan.

Di tinju misalnya, apakah seorang petinju profesional harus melewati jenjang amatir terlebih dahulu sebelum bertanding. Sedangkan untuk masalah tenis, saya masih ingin tahu lebih dalam apakah korban pelecehan seksual tersebut berani membuka kasus seperti empat korban yang sebelumnya sudah melapor. Masih banyak persoalan di olahraga, dan saya dengan dukungan dari para staf, media, dan masyarakat luas, berharap dapat menyelesaikannya satu demi satu.


Selain menyelesaikan persoalan olahraga, Kemenpora juga menginginkan adanya revitalisasi dalam bidang Kepramukaan dan Kepemudaan. Saya ingin Pramuka menjadi modern agar memiliki daya tarik bagi anak-anak mulai dari SD, SMP hingga SMA.  Mereka tidak hanya memakai seragam Pramuka sebagai simbol semata, tetapi juga memiliki berbagai kegiatan yang memang mereka senangi, termasuk IT.

Begitu juga dengan kepemudaan. Masalah pemuda bagi saya cukup penting,  karena pemuda adalah garda depan suatu bangsa. Salah satu langkah kongkrit saya di bidang pemuda adalah masalah narkoba. Ketika mendengar artis dan presenter RA terlibat penggunaan narkoba,  waktu itu saya langsung datang ke BNN untuk berbicara sekaligus mencari solusi agar program pemuda anti narkoba bisa dijalankan dengan baik.

Kemenpora segera bersinergi BNN untuk merancang kegiatan anti narkoba. Dan alhamdulilah,  bersama BNN, OKP-OKP dan mahasiswa, pada hari Sabtu (9/2) di kantor Kemenpora  kita mengeluarkan  Deklarasi Anti Narkoba yang mengambil tema "Perangi Narkoba, Raih Prestasi." Pada acara deklarasi ini saya berencana akan menurunkan bendera raksasa berukuran 13 X 20 meter anti narkoba dari lantai 10 kantor Kemenpora.       

Dari semua hal di atas, kuncinya adalah pemerintah tidak boleh diam terhadap suatu kasus, tapi juga tidak boleh terlalu reaktif terhadap masalah. Selaku orang baru yang minim pengalaman dan dihadapkan dengan segudang permasalahan, saya memaklumi jika kemudian reaksi atau komentar yang muncul sangat besar. Bagi saya tidak masalah, karena reaksi yang luar biasa besar itu menunjukkan kepedulian masyarakat terhadap kasus-kasus ini, dan saya berterima kasih terhadap semua reaksi itu. Semua saya jadikan masukan, dari situ saya akan melangkah ke depan. (*)  

Jakarta 6 Februari 2013
* Roy Suryo

Komentar Saat Pembukaan JKI di Batam

Selasa, 23 Juni 2009

Komentar Saat Pembukaan JKI di Batam - Ada 6 tanggapan untuk artikel “JKI [Judoka Kungfu Indonesia] Buka Pelatihan di Batam”


Tanggapan Saut P. Silaban:
Pada tanggal 14 Oktober 2006 jam 3:15 pm
Bah, songon na godang do halakhita na jago kungfu di batam on ate… Dang huboto atik na ditanda halakon dope olahraga tradisional ta sian toba an… “Marsiranggut”

Tanggapan pahala gultom:
Pada tanggal 6 Januari 2008 jam 3:12 am
bang,apakah mantan jki yg masih ada certyfikate penaikan sabuk dari siantar bisa bergabung disasana GEDUNG BERINGIN??

Tanggapan rezza:
Pada tanggal 10 April 2008 jam 7:54 pm
bang…ada jki di jakarta,saya berminat belajar ilmu beladiri jki…?!trims

Tanggapan rezza:
Pada tanggal 10 April 2008 jam 7:58 pm
tolong konfirmasinya yaa…?!

Tanggapan agus_saragih:
Pada tanggal 26 April 2008 jam 10:58 am
Bah senang membaca khabar ini bah ..

Dulu aku juga anggota Judoka Kungfu Indonesia di Pematang Siantar. Pelatih/guru saya adalah Laden Tarigan di kampung karo ( NAGA SAKTI ). Waktu itu saya sampe Sabuk Coklat aja karna saya harus meneruskan kuliah ke Jakarta. Di Jakarta Saya tanya teman2 ngak ada yang tahu Judoka Kungfu Indonesia akhirnya saya sekarang ikut Tarung Derajat ( BOXER ). Kalo ada kawan2 yang tahu tempat latihan Judoka Kungfu Indonesia di Jakarta kasih koment atau kirim email bah ke parbada_bolakbalik@yahoo.com. Cuman Tarung Derajat yang agak mirip kulihat dengan Judoka Kungfu Indonesia.Kalo ngak assiten pelatih yang di siantar itu ajalah suruh datang ke Jakarta buka disini bah, masalah tempat latihan gampang di cari. Kalo ngak Pelatih yang di BATAM juga ngak apa2 lah..

songoni ma mauliate ….

Tanggapan agus_saragih:
Pada tanggal 26 April 2008 jam 11:07 am
Hadirnya JKI di Batam-Kepri kata Adventus, diyakini bisa menambah khasanah olahraga beladiri di Batam-Kepri, yang nantinya bisa jadi modal Batam-Kepri pada even-even olahraga beladiri. ”Kita yakin, pada Pekan Olahraga Provinsi (POR Prov) mendatang Judoka Kungfu bisa ikut ambil bagian,” ungkapnya. Ia menyakini itu, karena di Batam-Kepri masih sedikit sasana seperti ini.

Di jakarta ngak ada …
Boha nama hami on ..? ( hiks ) …

JKI [Judoka Kungfu Indonesia] Buka Pelatihan di Batam

JKI [Judoka Kungfu Indonesia] Buka Pelatihan di Batam
Judoka Kungfu Indonesia (JKI) membuka pelatihan dan pembinaan olahraga beladiri atau sasana di Kecamatan Sekupang, tepatnya di Gedung Beringin Sekupang, mulai hari ini, Jumat (1/9).

Pada pembukaan sasana yang memadukan teknik beladiri Judo dan Kungfu ini rencananya akan dibuka Ketua Dewan Guru JKI, pemegang Dan II, Jurado Simatupang. Selain itu, akan dihadiri Ketua Pengda JKI Batam-Kepri, Ir Setiajid, Camat Sekupang Zulhelmi, Penasehat Sasana JKI Tika Sihombing, Sekretaris Pengda JKI Batam-Kepri Fransiskus Naingolan, Halim dari PT Penuin dan undangan lainnya.

Menurut Koordinator Dewan Sabuk Hitam JKI Batam-Kepri Adventus Siringo-ringo, pada acara pembukaan JKI Batam-Kepri hari ini, akan menampilkan atraksi jurus-jurus Judoka Kungfu, yang telah dipelajari sekitar seratusan siswanya, mulai dari tingkat sekolah dasar (minimal usia 6 tahun) hingga dewasa.

JKI kata dia, adalah sebuah wadah menciptakan generasi muda berbakat di bidang beladiri untuk menjadi seorang atlet dan berbudi luhur. ”Kita juga ingin ramaikan atlet Batam-Kepri di bidang beladiri lewat Judoka Kungfu,” tuturnya kepada Batam Pos, kemarin.

Seratusan siswa Judoka Kungfu dilatih langsung Adventus, Dekman Silaban, Jurado Simatupang dan Marwan Sitohang. Bagi yang berminat bergabung dengan JKI agar segera hadir pada jadwal latihan setiap Jumat dan Ahad sore pukul 14.00 WIB, di lapangan Gedung Beringin Sekupang.

Hadirnya JKI di Batam-Kepri kata Adventus, diyakini bisa menambah khasanah olahraga beladiri di Batam-Kepri, yang nantinya bisa jadi modal Batam-Kepri pada even-even olahraga beladiri. ”Kita yakin, pada Pekan Olahraga Provinsi (POR Prov) mendatang Judoka Kungfu bisa ikut ambil bagian,” ungkapnya. Ia menyakini itu, karena di Batam-Kepri masih sedikit sasana seperti ini.

Sumber : Silaban.net
Lintas Publik
 
Support : Becak Siantar | Info Loker | Lapo Kita | KA Blog
Copyright © 2013. JUDOKA KUNGFU INDONESIA - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Lintas Publik
Proudly powered by Blogger